logo

Written by Super User on . Hits: 73

“Menjadi Hakim Yang Teguh dan Penuh Keyakinan”

Oleh: Musthofa, S.H.I., M.H

(Hakim Pengadilan Agama Bajawa)

Bernardus Maria Taverne seorang Majelis Pidana Mahkamah Agung Belanda pernah berkata, "Berikan aku hakim, jaksa, polisi, dan advokat yang baik, niscaya aku akan berantas kejahatan meski tanpa undang-undang sekalipun." Kata-kata ini dapat menjadi cambuk bagi aparatur penegak hukum dalam menegakkan keadilan, khususnya hakim. Dalam sistem hukum, hakim memegang peranan penting dalam menegakkan hukum dan keadilan. Hakim adalah manusia yang diberikan kelebihan oleh Tuhan. Kelebihan untuk memutus nasib anak manusia. Oleh karenanya dia disebut sebagai wakil tuhan di bumi.

Sebagai wakil tuhan di bumi, yang dibutuhkan oleh hakim dalam menegakkan keadilan adalah keteguhan dan keyakinan. Dalam mengemban tugas berat tersebut, batu uji datang silih berganti. Batu uji yang mengusik nurani. Karena hakim merupakan manusia, yang diangkat derajatnya oleh Tuhan harus memiliki keteguhan dan keyakinan dalam sanubarinya. Keteguhan dan keyakinan menjadi perisai bagi hakim dalam menghadapai segala godaan yang menghampiri.

Ada satu cerita yang sangat menarik saat membincang keteguhan dan keyakinan. Adalah Albert Camus yang menceritakan tentang Sisiphus. Dalam legenda Yunani, Sisiphus dikutuk oleh dewa Zeus, karena perbuatannya menentang para dewa. Sisiphus yang karena berpegangan pada pendiriannya dikutuk seumur hidup melakukan tugas mendorong batu dari dasar hingga puncak gunung. Batu besar itu pun dengan mudahnya tergelincir lagi ke bawah setiap kali sampai di puncak. Setiap kali batu itu jatuh, Sisiphus mesti mengulangi lagi pekerjaannya dari awal. Dari perjuangan yang seolah sia-sia melawan hidup dan nasib yang melingkupi itu, Camus menggambarkan Sisiphus sebagai manusia yang melakoni pekerjaannya dengan rasa keyakinan sebab ia tidak pernah berhenti mendorong batu besar itu ke atas lagi dan lagi. Kata Camus, "Perjuangan itu sendiri cukup untuk memenuhi hati seorang manusia. Tiada lain yang bisa dipikirkan kecuali bahwa ia (manusia itu) berbahagia."

Epos tentang Sisiphus sebagai pejuang tanpa kenal lelah merupakan gambaran yang sangat nyata bagi seorang hakim. Seorang hakim dalam menegakkan hukum dan keadilan seberat Sishipus mengangkat batu-batu besar itu ke atas hingga berkali-kali. Dari cerita tersebut, Sisiphus memiliki kualitas yang luar biasa sebagai manusia. Dan integritas Sisiphus telah mengantarkannya menjadi cerita kepahlawanan yang melegenda dalam mitologi Yunani. Apakah Sisiphus menderita? Tidak, karena dia melakukakannya dengan penuh kebahagiaan.

Diamanahi sebagai seorang hakim patut bersyukur kepada Allah SWT. Hakim harus selalu menjaga dan menciptakan kebahagiaan. Dan hendaknya selalu bersemangat sebagaimana Sisiphus dalam mitologi Yunani. Meski ditugaskan di tempat terpencil dan disibukkan dengan memeriksa perkara namun disisi lain harus dapat memunculkan karya. Karena kunci untuk berkarya adalah kebahagiaan. Amanah sebagai wakil tuhan di bumi sangatlah berat. Meski begitu, tugas sebagai hakim dengan seabrek risiko harus dihadapi dengan penuh kebahagiaan dan penuh tanggungjawab.

Kerja-kerja hakim bila dilihat secara sekilas memang monoton dan membosankan. Seorang hakim harus berjalan di kesunyian. Menjaga jarak dengan hiruk pikuk kehidupan sosial. Seorang hakim terikat dengan kode etik yang sangat ketat. Namun demikian jangan sampai membuat kita merasa lelah. Terjebak dalam aktivitas yang repetitif. Sebuah aktivitas yang terkadang membawa kita dalam titik jenuh. Sebagai manusia, hakim dapat memilih dan memilah mana yang terbaik bagi kehidupannya.

Hakim juga memiliki kebebasan. Bebas untuk menciptakan kebahagiaan. Memilih jalan mana yang paling layak untuk dimaknai dan yang paling banyak memberikan kebahagiaan. Bahagialah sebagaimana Sisiphus dalam menghadapi hidup. Seberat apapun batu uji yang dihadapi tetaplah menjaga kualitas dan integritas. Perlu diingat, kualitas dan integritas tidak akan didapat tanpa disertai dengan keteguhan dan keyakinan. Hanya hakim yang memiliki keteguhan dan keyakinanlah yang dapat menjaga kualitas dan integritas. Tetaplah berkarya dimanapun kita ditugaskan.

Menjadi Hakim Yang Teguh dan Penuh Keyakinan | Oleh: Musthofa, S.H.I., M.H (1/10/21)
Note 0 sur 5 Pour 0 votes

Hubungi Kami

 

Pengadilan Agama Bajawa

Jl. Patimura, Kelurahan Faobata,

Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada

Telp: 0384 21272
Fax: 0384 21272

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email Panitera : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

fb b  081339203868

fb b  Pengadilan Agama Bajawa

ig   Pengadilan Agama Bajawa

map Lokasi Kantor

 

Pengadilan Agama Bajawa@2020